Rabu, 19 Desember 2018

Magang


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Dalam era globalisasi ini banyak masalah yang timbul diberbagai kalangan, dan semua masalah yang muncul karena perbedaan pendapat antara manusia satu dengan manusia lainnya. Dari sekian banyak masalah yang paling sering dihadapi oleh setiap masyarakat adalah sulitnya mencari lahan pekerjaan.
Balai Latihan Kerja (BLK) merupakan tempat pelatihan untuk mendapatkan keterampilan atau yang ingin mendapatkan keahlian dibidangnya masing-masing. Balai Latihan Kerja mempunai beberapa kejuruan salah satu contoh kejuruan tersebut adalah pengolahan Hasil Pertanian dan Perikanan (PHP).
Pengolahan Hasil Pertanian dan Perikanan (PHP) merupakan suatu upaya kegiatan perubahan fisik, kimia, dan sensorik atau organoleptik bahan hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan pertenakkan yang dimana sumber daya alam tersebut digunakan untuk memproduksi produk-produk makanan seperti: Roti, Bolu, Mie, Nugget, bakso dan lain-lain. Di Balai Latihan Kerja diajarkan mendiversifikasikan bahan pangan agar mendapatkan produk yang berkualitas terutama pada kebutuhan gizi masyarakat. Setelah, melaksanakan pelatihan siswa-siswi Balai Latihan Kerja diberikan kesempatan untuk On The Job Training.
On The Job Training merupakan suatu kesempatan yang diberikan kepada siswa  untuk melakukan praktek kerja lapangan yaitu dengan mempraktekan apa yang diajarkan selama pelatihan dengan jurusan siswa-siswi itu sendiri. kegiatan On The job Training ditujukan untuk melatih keterampilan dibidangnya masing dan kegiatan ini juga dapat menambah wawasan lebih tentang jurusan yang digelutinya. Siswa-siswi BLK yang telah melaksanakn kegiatan On The Job Training diwajibkan untuk maembuat laporan ( karya tulis ), sebagai bukti bahwa siswa-siswi itu memang telah melaksnakan tugasnya .
Kegiatan On The Job Training (OJT) ini sangat menguntungkan siswa BLK karena dapat menambah pengetahuan khususnya dalam bidang manajerial, pengalaman serta keprofesionalan dalam melakukan suatu bidang pekerjaan. Pada kesempataan ini kelompok kami ditempatkan di AUFA yang berada di Jalan Nipa Raya No.1. yang diamana perusahaan ini memproduksi berbagai jenis Cake, Bakery dan Tradisional Food.


1.2. Rumusan Masalah
A.    Bagaimana Profil AUFA ?
B.     Apa saja perbedaan yang didapatkan ditempat pelatihan dan di tempat On The Job Training?
C.     Apa saja kegiatan-kegiatan yang dikerjakan selama di AUFA ?
D.    Apa saja hambatan-hambatan yang dihadapi selama di AUFA dan bagaimana cara mengatasinya ?

1.3. Tujuan dan Manfaat OJT
            Tujuan dari On The Job Training adalah sebagai berikut:
A.    Mengetahui Profil AUFA
B.     Mengetahui perbedaan yang didapatkan ditempat pelatihan dan di tempat On The Job Training
C.     Mengetahui suasana kerja di AUFA
D.    Menyelesaikan tugas yang diberikan dari Balai Latihan Kerja dalam rangka pelaksanaan OJT
E.     Guna mengukur sejauh mana pengalaman yang telah didapat di lapangan ke dalam bentuk tulisan.
F.      Agar nantinya dapat dijadikan bahan sejauh mana hasil yang telah didapat selama mengikuti On The Job Training
G.    Sebagai salah satu syarat dalam pengambilan sertifikat.

Manfaat dari On The Job Training adalah sebagai berikut:
Manfaat penulisan laporan yaitu untuk menambah pengetahuan, pengalaman dan kerjasama dengan orang lain dalam satu lingkungan di sebuah perusahaan di dalam bekerja nantinya.
1.4.. Ruang Lingkup
Untuk menghindari bahasan laporan ini terlalu luas dan mengingat keterbatasan kemampuan, pengetahuan dan waktu yang penulis miliki, maka ruang lingkup penelitian ini terbatas pada AUFA. Adapun yang dipaparkan dalam laporan ini meliputi segala kegiatan yang penulis lakukan selama melaksanakan kegiatan On The Job Training.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Profil
2.1.1.  Profil Dapur AUFA

            AUFA cake, Bakery and Tradisional Food berdiri pada 2 Januari 2017 yang merupakan merk sebelumnya yaitu DAPUR AUFA yang merupakan Brand di bawah AUFA group. AUFA didirikan oleh pasangan suami-istri yang bernama La Ode. Rakhmad Darmawan dan Masita Sahibu yang biasa para karyawannya memangil mereka dengan sebutan Abi dan Ummi. AUFA memiliki karyawan yang berjumlah 18 orang pegawai tetap di AUFA.
2.1.2.VISI DAN MISI AUFA
            Visi AUFA adalah membantu menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara dan Misi AUFA adalah memberikan produk rerotian premium terbaik kepada warga Kendari selain itu, AUFA berusaha mengubah makanan tradisional food yang terkadang dipandang sebelah mata bahkan oleh orang Indonesia sendiri. Maka dari itu AUFA berusaha mengubah makanan tradisional food  menjadi olahan tradisonal yang popular dalam setiap hidangan kuliner.
2.1.3. Spesialisasi Layanan
AUFA memproduksi kurang lebih 30 jenis cake yang cocok sekali dijadikan dalam snack box sebagai hidangan rapat atau pertemuan seperti kue pay, brownies, bolu zebra marmer dan lain sebagainya. Selain itu AUFA juga memproduksi berbagai jenis  Bakery (Pisang, Abon, Sosis, ) dan Tradisional Food seperti Barongko.
2.2. Perbedaan yang didapatkan ditempat Pelatihan dan di tempat On The Job Training
            Perbedaan yang didapatkan yaitu: dari alat maupun cara pembuatan yang telah dilaksanakan di BLK berbeda dengan di tempat kami On The Job Training. Namun, kami mengikuti setiap langkah-langkah dari perbedaan tersebut dan disinilah kami mendapatkan ilmu baru. Misalnya cara membuat roti biasanya di BLK kami membuat Roti dengan cara mencampurkan sekaligus adonan roti sedangkan di tempat kami OJT kami diajar untuk membuat biang dulu sehabis itu tunggu mengembang dan membuat adonan kedua dan mencampurkannya bersama dengan adonan pertama.  Selain itu, alat yang digunakan bebeda pada oven yang digunakan ditempat kami pelatihan masih menggunakan Oven biasa sedangkan di tempat kami On The Job Training menggunakan oven yang sudah lebih modern yang biasa digunakan di Industi-Industri (Oven Vakum).

2.3. Kegiatan yang dilaksanakan di AUFA
            Berikut uraian kegiatan selama 20 hari On The Job Training di AUFA
No
Hari Tanggal Kegiatan
Kegiatan
1
Jum’at, 22 juni 2018
Pengantaran surat sekaligus pengenalan lokasi
2
Sabtu, 23 juni 2018
Pembuatan roti (maros, bantal, pisang coklat, dan sosis)
3
Minggu, 24 juni 2018
Pembuatan roti (sosis, maros, bluberry)
4
Senin, 25 juni 2018
Pembutn roti
5
Selasa, 26 juni 2018
Ketring (mengisi makanan di kotak makan dan pembuatan roti
6
Rabu, 27 juni 2018
Pengantaran ketring, dan membuat kue pay brownies.
7
Kamis, 28 juni 2018
Pembuatan kue pay, risoles dan kue bolu (zebra dan marmer)
8
Jum’at 29 juni 2018
Membuat kue pay, puding lapis krispi dan cantik mnis
9
Sabtu, 30 juni 2018
Mengantar ketring dan membut roti.
10
Minggu, 01 juli 2018
Membuat roti ( pisang, abon, sosis.
11
Senin, 02 juli 2018
Memetik daun kelor, bayam, menyusun ketring dan mengntar ketring

12
Selasa, 03 juli 2018
Menglab kotak makan plastik, mengisi, dan mengantar ketring di DSSP.

13
Rabu, 04 juli 2018
Pembuatan kue pay

14
Kamis, 05 juli 2018
Pembuatan roti

15
Jum’at, 06 juli 2018
Pembuatan kue pay brownies

16
Sabtu, 07 juli 2018
Pembuatan roti

17
Minggu, 08 juli 2018
Pembuatan roti

18
Senin, 09 juli 2018
Ketring dan membuat kulit pay

19
Selasa, 10 juli 2018
Ketring dan pembuatan roti

20
Senin 11 juli 2018
Ketring dan pembuatan roti

 


2.5. Hambatan-hambatan yang dihadapi dan cara mengatasi hambatan-hambatan tersebut dan cara mengatasinya

Pada saat On The Job Training, penulis pernah menghadapi beberapa hambatan dalam bekerja. Adapun hambatan-hambatan yang penulis hadapi selama mengikuti On The Job Training, yaitu sebagai berikut:

1.      Tugas yang diberikan terkadang berbeda dengan yang diajarkan di BLK.
2.      Pengaruh Cuaca, yang dimana permasalahan yang biasa kami hadapi di tempat OJT yaitu pada saat cuaca buruk yang mengakibatkan roti yang kami buat susah mengembang alternatif yang kami ambil yaitu dengan cara memanaskan air panas dan menyimpan roti di lemari fermentasi.
3.      Permasalahan yang lain di tempat OJT kami adalah jika penimbangan bahan tidak sesuai dengan prosedur maka, hasil dari pembuatan kue tersebut tidak bagus altenatif dari ini adalah kami menggunakan timbangan digital untuk menghasilkan adonan atau bahan kue yang pas untuk memproduksi.
    
Adapun cara penulis untuk menyelesaikan masalah yang timbul On The Job Training yaitu:
1.      Bila penulis mengalami kesulitan atau tidak mengerti, penulis bertanya kepada pembimbing.
2.      Berusaha dan belajar agar kesulitan itu sedikit demi sedikit hilang.
3.      Mencoba untuk lebih sering berkomunikasi dengan orang-orang Dapur Aufa





BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan dari hasil On The Job Training di Aufa selama 20 hari dapat disimpulkan bahwa AUFA didirikan pada 2 januari 2017 oleh pasangan suami istri Rakhmad Darmawan dan Masita Sahibu, AUFA memiliki karyawan tetap sebanyak 18 orang, AUFA memproduksi kurang lebih 30 jenis cake yang cocok sekali dijadikan dalam snack box sebagai hidangan rapat atau pertemuan seperti kue pay, brownies, bolu zebra marmer dan lain sebagainya. Selain itu AUFA juga memproduksi berbagai jenis  Bakery (Pisang, Abon, Sosis, ) dan Tradisional Food seperti Barongko. Dalam proses pengolahan di AUFA dan ditempat pelatihan terdapat beberapa perbedaan seperti AUFA yang telah banyak memiliki barang-barang modern dibandingkan tempat pelatihan dan AUFA lebih banyak memproduksi produk-produk sehingga penulis mendapatkan pemahaman ilmu yang banyak tentang hasil pertanian dan perikanan.
B. SARAN
Berikut merupakan beberapa saran untuk Balai Latihan Kerja:
1.      Untuk bahan-bahan yang akan digunakan dalam proses pelatihan sebaiknya dibeli  jangan dari jauh hari karena dapat menyebabkan bahan-bahan tersebut rusak sebelum digunakan contohnya seperti bawang merah/putih, dan gula merah.
2.      Untuk resep atau cara praktek masak-memasak atau membuat cake seharusnya tidak membuat itu-itu saja misalnya kue bolu sebaiknya membuat dengan kreasi yang berbeda-beda agar peserta yang mengikuti pelatihan tidak merasa jenuh dengan
3.      untuk peralatan di BKI untuk memenuhi 5S harus ada lemari agar kelihatan rapi sehingga mencari barang yang akan digunakan tidak membutuhkan waktu yang lama.
4.      Untuk oven yang digunakan di BLK alangkah baiknya menggunakan oven modern sehingga memiliki daya minat atau ketertarikan sendiri oleh calon siswa-siswi BLK .




DAFTAR PUSTAKA
             Darmawan La Ode Rakhmad, 2017. Profil AUFA Group, Kendari Sulawesi
Tenggara.